Skip to content

Cart

Your cart is empty

Article: Ternyata, Ini Manfaat Journaling Bagi Mental Health, Coba Yuk!

Ternyata, Ini Manfaat Journaling Bagi Mental Health, Coba Yuk!

Ternyata, Ini Manfaat Journaling Bagi Mental Health, Coba Yuk!

Blog_Voucher

Menuangkan pikiran, apa yang dirasakan, dan peristiwa yang baru saja dialami ke dalam tulisan, diyakini dapat meningkatkan mental health atau kesehatan mental. Menurut para ahli, kegiatan yang juga dikenal dengan nama journaling ini, bisa membantu mengatasi masalah mental dengan cara yang sederhana. Kamu hanya perlu kertas dan pulpen untuk melakukannya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa journaling dapat menjadi cara untuk menenangkan pikiran. Lebih lanjut, berikut 7 manfaat journaling bagi kesehatan kita.

1. Menangani stres

mental health

Penelitian menunjukkan bahwa journaling merupakan alat manajemen stres yang sangat baik. Faktanya, sebuah studi pada 2018 mengungkapkan, journaling yang berfokus pada emosi mampu mengurangi tekanan stres dan meningkatkan kesejahteraan mental.

2. Mengatasi kecemasan

mental health

Penelitian lain pada 2018 juga menemukan fakta serupa. Sekelompok orang dewasa yang memiliki gejala kecemasan diminta untuk melakukan journaling dan menceritakan pengalaman traumatisnya ke dalam tulisan setiap 15-20 menit sekali. Hasilnya menunjukkan bahwa kecemasan mereka menurun dalam satu bulan.

3. Mengurangi depresi

mental health

Sebuah studi di 2013 mengungkapkan bahwa ketika seseorang dengan gangguan depresi menulis pemikiran dan perasaan mereka selama 20 menit dalam tiga hari, terjadi penurunan depresi. 

4. Meningkatkan fungsi ingatan

mental health

Menurut para ahli, journaling dapat meningkatkan kemampuan kognitif. Menuangkan pikiran dan perasaan diketahui bisa memperbaiki ingatan jangka pendek, lho!

5. Berdamai dengan trauma

mental health

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa journaling bisa menjadi terapi bagi orang-orang yang pernah mengalami trauma. Sebuah studi pada 2008 bahkan mengungkapkan bahwa seseorang dengan gangguan stres pascatrauma, mengalami perbaikan suasana hati yang signifikan setelah journaling. Hormon stres saat menghadapi ingatan traumatis juga berkurang.