Pemenang UMKM Fesyen Terbaik Local Brand Editor's Choice 2021: Tenue de Attire

Tenue de Attire terpilih menjadi pemenang di kategori UMKM Fesyen Terbaik di Local Brand Editor's Choice Festival UMKM kumparan 2021.

Renaldi Perdana Kesuma atau yang akrab disapa Aldi menghadirkan brand lokal Tenue de Attire sejak 2014. Tenue de Attire merupakan merek fesyen lokal untuk pria yang fokus menghadirkan kemeja yang mudah dipadupadankan untuk berbagai acara.
“Sebenarnya kita ingin solve bahwa dulu setiap pagi atau weekend, bingung mau pakai apa. Mungkin siap-siapnya bisa sejam, dua jam. Saya pikir, kalau itu berjalan sampai 10 tahun saja setiap minggu, sejam atau 30 menit setiap harinya, waktunya itu bisa dipakai untuk yang lain. Waktu kita berpikir bingung mau pakai apa mungkin bisa berguna buat yang lain. Jadi kita kepengin bikin bisnis kemeja yang bikin orang enggak perlu bingung, jadi gampang mix and match,” tutur Aldi.
Namanya makin dikenal saat Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden Indonesia 2019. Untuk merayakan momen tersebut, Tenue de Attire berkolaborasi dengan Hari Merdeka merilis koleksi bertema ‘L’INDÉPENDANCE INDONÉSIENNE: la culture, le folklore, la démocratie’ yang artinya ‘Dalam seni, budaya, karya, cerita, dan demokrasi; Indonesia merdeka.’
“Jadi waktu itu gambarnya ada tiga, duanya bicara budaya Indonesia, yang satunya ada Jokowi Prabowo. Ini viral karena sempat dipakai Kaesang Pangarep. Itu tahun 2019. Itu di awal tahun mendongkrak penjualan, akhirnya kita punya modal lebih,” ungkap Aldi.
Ke depan, Tenue de Attire pun berencana untuk berkolaborasi dengan lebih banyak pihak. Selain itu juga fokus membidik pasar di luar negeri, khususnya Amerika Serikat, Singapura, dan Jepang.

Penilaian Local Brand Editor's Choice Festival UMKM kumparan 2021

Keseluruhan finalis di Local Brand Editor’s Choice 2021 dinilai oleh para juri dengan parameter penilaian sebagai berikut:
Local Brand Value
Melihat positioning dari masing-masing finalis, aspek yang dinilai:
a. Local value: menggunakan bahan baku lokal, produksi di dalam negeri. Makin besar penggunaan produk lokal maka semakin tinggi skornya.
b. Community: Seberapa jauh memberikan dampak positif terhadap komunitas dalam proses produksi. Semakin banyak yang terlibat maka semakin baik. Atau, apabila usahanya bukan padat karya, perlu dipertimbangkan apakah pelaku UMKM ini memiliki program pemberdayaan kelompok masyarakat.
c. Brand Story: Cerita di balik di balik berdirinya usaha. Semakin inspiratif (bukan sekadar untuk usaha, tapi tergerak untuk menyelesaikan persoalan sosial ekonomi) skornya semakin bagus.
Commercial Value
a. Sales (omzet, jumlah penjualan).
b. Inovasi dan diferensiasi produk.
c. Strategi marketing (produk kolaborasi, kampanye iklan).
Social Value
Social media presence, fans, UGC, endorsement sebagai bagian dari upaya membangun engagement dengan market milenial.
Hasil penilaian dari ketiga parameter tersebut diolah menjadi Brand Index Score (BIS), dengan menghitung rata-rata terbobot masing-masing parameter.

Our Staff Picks

Sale up to 50% Off !